BERAU – Pembinaan bakat muda memang harus dilakukan demi peningkatan prestasi dan regenerasi di masa depan. Strategi ini ternyata dilakukan oleh Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kutim. Menurunkan seorang atlet remaja, hanya untuk menambah jam terbang, nyatanya malah membuahkan prestasi. Dia adalah Kaisya Pertiwi yang baru berusia 13 tahun.
Keisya Pertiwi mampu menarik perhatian banyak orang pada Porprov VII Kaltim yang berlangsung di Kota Sanggam (slogan Kota Tanjung Redeb, red), Kabupaten Berau. Siswi SMP Negeri 2 tersebut berhasil menaikkan posisi Kutim dalam perolehan medali. Tak tanggung-tanggung, 7 medali mampu ia kumpulkan dari perjuangannya berkompetisi dengan perenang lain.
Keisya menyebut telah menggeluti cabor renang sejak berusia 8 tahun. Hal ini pun tak lepas dari kedua orang tua yang selalu memberi dukungan. Dirinya mengaku ini kali pertamanya mengikuti Porprov dan bersyukur bisa meraih 7 medali.
“Kedua orang tua memperbolehkan dan selalu memberi semangat terbukti dengan piala yang Keisya peroleh,” ungkap dengan nada polos.
Medali yang dia koleksi yakni perak nomor 200 M Gaya Dada, Tim Estafet 4 x 100 M Gaya Bebas Estafet dan Tim Estafet 4 x 200 M Gaya Bebas Estafet, serta medali perunggu pada nomor 50 M Gaya Dada dan 400 M Gaya Ganti Perorangan.
Ia mengaku bahwa ajang 4 tahunan ini adalah Porprov yang pertama baginya sebagai atlet Kutim. Walupun belum mengumpulkan medali emas, namun prestasi ini bisa membuka mata banyak orang, termasuk atlet yang lebih senior. Total remaja belia ini mengoleksi 4 medali perak dan 3 medali perunggu.
Salah satu yang paling mencuri perhatian ialah kala dirinya berhasil meraih medali perak pada kategori renang laut kelas 5.000 meter atau 5 kilometer putri di perairan Tanjung Batu Kecamatan Derawan. Dia hanya kalah dari tuan rumah Berau.
“5.000 meter, iya 5 Kilometer dapat medali perak,” ujar gadis kelahiran Balikpapan 26 Nopember 2009 tersebut saat ditemui usai lomba yang digelar Kakaban Aquatic Tanjung Redeb, Rabu (30/11/2022) sore.
Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kutim Reza Fahlevi pun mengatakan meski belum bisa meraih medali emas, Keisya memang telah menjadi favorit dan mampu mencuri perhatian di Porprov ini.
“Sejak awal kami optimistis bahwa anak ini (Keisya) bisa membuktikan dan bisa bersaing dengan atlet yang lebih berpengalaman. Menjadi tahapan pembinaan yang dilakukan PRSI Kutim untuk prestasi di masa yang akan datang,” ungkap Reza Fahlevi. (Adv)
![]()














