KUTAI TIMUR – Belum genap setahun menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Makmur Jaya, Bambang Bagus Wondo Saputro, sudah mampu menelurkan prestasi yang cukup mentereng dengan membangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS), yang selama ini menjadi salah satu permasalahan akut dan sudah berlangsung cukup lama di desa yang terletak di sepanjang jalan antar provinsi Kaltim-Kaltara tersebut.
Ditemui awak media, pria kelahiran 1989 ini membeberkan, permasalahan sampah yang ada di desa dengan jumlah penduduk sebanyak 6.332 jiwa, 18 RT serta 3 Dusun tersebut, sudah menjadi perkerjaan rumah cukup lama dan hanya menjadi wacana tanpa ada realisasi yang nyata.
“Selama ini masyarakat buang sampahnya masih sembarangan, namun dengan adanya TPS yang baru saja selesai pembangunanya ini, kami harapkan permasalahan ini sudah bisa teratasi,” ujarnya mengawali obrolan dengan awak media.
Kemudian, seiring bertumbuhnya perekonomian di desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani kelapa sawit ini, secara tidak langsung dibarengi dengan meningkatnya jumlah produksi sampah yang di hasilkan. Alasan itulah yang mendasari Kades yang dilantik pada tanggal 29 November 2021 ini, ingin segera mewujudkan TPS secara mandiri yang dibangun diatas lahan desa seluas 1 hektare dengan anggaran sebesar Rp 60 juta bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAdes).
“Secara bertahap, selain menjadi sumber PADes baru, kedepan kami akan coba menerapkan sampah dengan konsep 3R (Reuse, Reduce dan Recycle) agar sampah yang dihasilkan oleh masyarakat bisa dipergunakan kembali salah satunya menjadi kompos,“ tambahnya.
Disinggung terkait kendala yang dihadapi, Mas Bambang sapaan Kades Makmur Jaya tersebut menjelaskan, saat ini belum adanya moda angkut yang akan digunakan untuk mengangkut sampah dari rumah warga ke TPS yang ada di jalan Danau Toba tersebut. Dirinya berharap adanya kebijakan yang bisa dikeluarkan oleh pemerintah daerah terkait anggaran yang bisa dialokasikan untuk penunjang sarana dan prasana pengelolaan sampah di desanya.
![]()














