KUTAI TIMUR – Dinilai memiliki potensi yang luar biasa, Kecamatan Kaubun menjadi pilihan dari 28 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kecamatan yang berada di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu.
Potensi yang dimaksud adalah perkebunan kelapa sawit, pertanian, palawija, sayur dan buah-buahan, serta ternak besar yang membuat kecamatan tersebut juga tengah diupayakan menjadi Smart Village Agriculture.
Hal tersebut diutarakan oleh Multazam Hanifurrahman, perwakilan dari Mahasiswa UGM Yogyakarta yang melaksanakan KKN di Kutim sebelum dilepas secara langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang, bersama dengan 102 mahasiswa dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda yang juga akan melaksanakan kegiatan serupa di 3 Kecamatan berbeda.
“Kami memiliki harapan besar untuk dapat mendorong masyarakat dalam mengoptimalkan dan mengintensifkan sumber daya lokal maupun kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program terobosan yang ditargetkan dapat berkelanjutan,” ujarnya, Senin (27/06/2022).
Dirinya juga berharap dengan dilaksanakannya kegiatan KKN-PPM, dapat menjadi suatu pengalaman pembelajaran baru dalam menambah pengetahuan, kemampuan dan kesadaran hidup bermasyarakat bagi mahasiswa.
Sebelumnya, Wabup Kasmidi Bulang dalam sambutannya selain berterimakasih karena sudah memilih Kutim sebagai tempat KKN, juga berharap para mahasiswa KKN saat terjun langsung kemasyarakat dapat memberikan motivasi, pendampingan dan edukasi kepada masyarakat.
Kasmidi juga memberikan ruang terkait produk ataupun program dari para mahasiswa untuk ditindaklanjuti dengan cara menyampaikan langsung ke Pemerintah Kecamatan ataupun Kabupaten.
“Mungkin ada program yang harus berkelanjutan bisa disharingkan, sehingga ketika adik-adik selesai KKN, program tersebut bisa dititipkan untuk dilanjutkan menjadi produk yang bisa dikenang, karena KKN ini menciptakan inovasi, mendampingi, mengedukasi masyarakat yang ada disana,” kemudian dirinya menyampaikan pelaksanaan KKN UGM Ini bisa berlanjut, mengingat Kutai Timur Memiliki 18 Kecamatan dengan 138 Desa dan 11 Desa Persiapan, 2 Kelurahan. Perlu pembaharuan kerjasama yang dilakukan antara UGM Yogyakarta dengan Pemkab Kutai Timur, khususnya terkait Pd Pelaksanaan Kegiatan KKN sehingga bisa rutin setiap tahunnya serta pada kerjasama di bidang lainnya pesan Wabup Kasmidi.
Sementara itu Kordinator P2KM LP2M Unmul, Muhammad Arifin, menyampaikan mahasiswa yang KKN di Kutim selama 46 hari yang terdiri dari 10 Fakultas dan KKN ini merupakan Gelombang ke 48.
“Khusus di Kutim merupakan KKN Reguler, namun prioritas yang akan dikembangkan adalah SDM di level desa dan stunting,” tuturnya.
Dalam KKN ini, imbuhnya, mahasiswa akan berusaha mengidentifikasi program pengentasan kemiskinan dan hal yang berkaitan dengan kesehatan.
“Para mahasiswa ini mempunyai tugas mengidentifikasi potensi-potensi yang ada di desa. Hal tersebut akan menjadi tugas perorangan, kelompok dan tugas unggulan. Di program unggulan inilah berdasarkan inisiasi dari Program Pemkab Kutim di masing-masing desa,” bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Eko Sugiarto salah satu Alumni KAGAMA, berpesan kepada para mahasiswa KKN UGM untuk mendedikasikan diri dengan penuh ketulusan untuk masyarakat setempat dengan tetap memperhatikan dan menjunjung tinggi, menghargai dan menghormati kearifan lokal, adat istiadat, kebudayaan masyarakat dimana mereka ditempatkan.
“Berikan yang terbaik, sehingga manfaat positif dari kegiatan itu benar benar dirasakan masyarakat,” pintanya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan pelepasan mahsiswa untuk melaksanakan KKN tersebut juga dihadiri oleh Sekda Rizal Hadi yang juga merupakan alumni UGM (KAGAMA), Kepala DPPMDes Yuriansyah, Kordinator P2KM LP2M Unmul Muhammad Arifin dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA). (Q/G-S02).
![]()














