KUTAI TIMUR – 34 peserta pendidikan dasar (Diksar) Gada Pratama yang diselenggarakan oleh PT. Baja Murni Mandiri (BMM) dinyatakan lulus dan kompeten setelah mengikuti pelatihan baik materi ataupun praktek selama 232 jam secara marathon.
Hal tersebut tercetus dalam sambutan dari KasubditSatpamPolsus Polda Kaltim, AKBP Ruskan, yang dibacakan oleh Kasatbinmas Polres Kutim, Akp Rina Dwi, dalam penutupan kegiatan yang dilaksanakan di Aula salah satu hotel di Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (30/07/2022).
“34 peserta dinyatakan lulus. Kami harap materi yang diberikan dalam pelatihan ini dapat sepenuhnya dipraktekkan dalam melaksanakan tugas di tempat kerja masing-masing,” ujarnya.
Selain itu, Akp Rina juga berpesan agar para peserta yang saat ini sudah kompeten sebagai satpam dan mempunyai kewenangan fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerjanya dapat menjaga marwah profesi yang saat ini tengah disandangnya dengan menunjukkan kinerja yang baik, berprestasi dan dapat menjadi teladan bagi rekan seprofesinya.
Selain itu dirinya juga berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menyalahgunakan kompetensi yang dimiliki dengan melakukan hal yang dapat merusak citra dan marwah satpam di tempat kerjanya.
Dirinya berharap para peserta juga dapat memelihara keakraban dan silaturahmi antar peserta yang mengikuti pelatihan dan berbagi informasi sehingga peserta diksar angkatan 37 dapat lebih solid dan saling mendukung.
“Kami akan terus melakukan pengawasan meski setelah kalian ditempat kerja. Jadi jangan sampai melakukan hal yang dapat mempermalukan diri dan marwah profesi. Tupoksi pengawasan satpam ada di kami, dan kami tidak akan segan melakukan penindakan apabila satpam melakukan hal negatif, akan kami tarik kewenangan, sertifikasi dan kompetensinya,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Direktur PT. BMM, Eko Sugiarto, menegaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya akan terus berupaya maksimal untuk menciptakan dan menyalurkan satpam yang berkualitas dan siap kerja bagi perusahaan di Kutim.
Bidang yang digeluti oleh perusahaan yang dipimpinnya ini, menurut Eko, juga memberikan manfaat terhadap penyerapan tenaga kerja lokal di daerah, terutama di bidang jasa pengamanan. Mengingat seringnya masalah yang timbul dalam ketenagakerjaan adalah perekrutan akan tenaga kerja oleh perusahaan lebih cenderung mengarah kepada tenaga kerja yang memiliki kemampuan daripada tenaga kerja non skill.
“PT.BMM melalui Bidang Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) yang dimiliki siap melatih tenaga kerja non skill untuk dijadikan tenaga kerja yang mumpuni di bidang jasa pengamanan. Ini adalah salah satu jawaban untuk menjawab masalah perekrutan tenaga kerja serta peningkatkan taraf hidup masyarakat lokal Kutim,” tutupnya.
![]()














