KUTAI TIMUR – Ketua Adat Besar Kutai Timur, Sayyid Abdal Nanang Al Hasani, menegaskan bahwa Asat Besar Kutai (ABK) bersama berbagai paguyuban yang dinaunginya sepakat mendukung penuh pembangunan IKN di Kalimantan Timur.
Dukungan tersebut didasari pemikiran bahwa pemindahan IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur diartikan adanya pemerataan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat secara umum.
Hal tersebut diutarakannya saat ditemui seusai kegiatan Pelas Tanah yang dipusatkan di Folder Ilham Maulana yang berada di Jalan Pendidikan, Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, belum lama ini.
“Pemindahan IKN bukan hanya berkisar pada pemindahan gedung ataupun mobilisasi masyarakat, tapi ada harapan perubahan dan peradaban baru, sehingga pembangunan dapat lebih merata, dapat menjadi gerbang Indonesia di masa mendatang,” tegasnya.
Dirinya juga menyampaikan bahwa, ABK beserta puluhan paguyuban lainnya siap memberikan dukungan yang diperlukan dan bersiap menyiapkan SDM yang mumpuni untuk menyukseskan pembangunan IKN di Kaltim.
Selain itu, dirinya juga berharap bahwa melalui kegiatan Pelas Tanah ini, pemuda dan pemudi di Kutim dapat melestarikan adat budaya sebagai warisan dan juga ciri khas bangsa, disertai dengan teladan serta semangat nasionalisme para pelestari dan tokoh budaya lainnya, sehingga kebudayaan yang ada tidak terlekang dan tergilas oleh modernisasi
“Oleh karena itu, di era saat ini selain memberikan kontribusi yang signifikan melalui pelestarin seni dan buaya serta berbagai hal lainnya seperti halnya menyiapkan SDM santri yang unggul dan siap mendukung pembangunan. Kami juga menegaskan kembali bahwa kami siap mendukung, pemindahan dan pembangunan IKN,” jelasnya.
Dirinya juga berharap bahwa generasi muda saat ini, kedepannya mampu beradaptasi dengan era digital saat ini. Mampu berpikir maju untuk mensupport pembangunan dan melestarikan adat budaya sebagai ikon bangsa, karena menurutnya ABK juga memiliki SDM muda yang sangat tanggap dan peka terhadap situasi indonesia saat ini.
Imbuhnya, pengembangan dan pelestarian kebudayaan tidak hanya diharapkan dilakulan secara manual tapi juga melalui dunia digital untuk dapat berkembang lebih optimal di era keterbukaan informasi.
“Kedepannya, siap tidak siap generasi muda dituntut untuk maju dan berpikir lebih luas tak hanya Kutim tapi lebih luas, yakni Indonesia. Selain itu juga harus siap untuk melakukan pelestarian budaya secara modern, sehingga eksistensi adat budaya yang dilakukan lebih luas,” tutupnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan pelas tanah tersebut, pihak ABK juga terus mendukung program pemulihan ekonomi masyarakat yang digaungkan oleh Presiden RI Joko Widodo dengan meningkatkan peran serta UMKM lokal dalam kegiatan yang digelar selama beberapa hari tersebut.(*/Q).
![]()














