JEMBER – Tahun ini Jumlah pendusuk miskin di kabupaten Jember, Jatim, ada peburunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. namun Bupati JemberbHend Siswanto menilai jika penurunan tersebut belum siknifikan.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS)menyebutkan, joka pada awal 2022 ini angka kemiskinan di Jeber mencapai 10,41 persen. namun pada akhir tahun ini menjadin 9,39 persen.
“Kemiskinan turun, saya alhamdulillah. Namun itu masih perlu kerja lebih keras lagi, karena penurunannya tidak terlalu banyak,” kata Hendy, usai pembukaan Forum Group Discussion Indikator Sosial Ekonomi Kabupaten Jember, di Hotel Java Lotus, Kamis (29/12/2022) kemarin.
menurutnya, salah satu penyebab turunnya jumlah masyarakat miskin di jember tak lain adanya pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 800 miliar.
“Biaya (material) pengaspalan sekitar 30 persen berasal dari luar (Jember). Sisanya kearifan (produk) lokal. Artinya duit berputar di dalam Jember. Ini indikator ekonomi bahwa ada peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.
Untuk melanjutkan pengentasan kemiskinan, Hendy mengingatkan kepada jajaran Pemkab Jember untuk memperhatikan data sebagai andasan pengambilan kebijakan.
“Data statistik penting. Kalau memasukkan datanya kurang tepat, target dan harapannya tidak tercapai,” kata Hendy.
Salah satu data yang penting adalah masalah kemiskinan. Verifikasi dan validasi data ini harus terus dilaksanakan agar lebih akurat.
Verifikasi dan validasi ini membutuhkan partisipasi masyarakat agar memperbaiki data pribadi kependudukan sesuai dengan kondisi terbaru.
“Saya sering dikomplain, orang kaya kok dapat bantuan. Padahal saya tidak tahu data itu,” katanya.
![]()














