KUTAI TIMUR – Tak hanya program forkopimcam goes to school yang bertujuan untuk memotivasi pelajar di kecamatan yang dipimpinnya untuk lebih kreatif dan giat dalam hal belajar, berbagai program lainnya yang menyentuh langsung masyarakat juga digagas oleh Camat Kaliorang Rusmono.
Diantaranya adalah program wisata per desa, Balai Latihan Kerja (BLK), UMKM dan juga pertanian yang menurutnya dapat menunjang dan memajukan kecamatan yang dipimpinnya.
Hal tersebut diutarakan Rusmono saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai program Forkopimcam goes to school yang dilaksanakannya pagi ini di SMK Kaliorang dimana dirinya selaku pembina upacara langsung memberikan arahan dan pesan bagi millenial Kaliorang.
“Forkopimcam Goes To School rencananya akan merambah seluruh sekolah di Kaliorang. Kami himbau agar giat belajar, mengasah keterampilan dan pengetahuan. Baru 1 SMK. Besok ke SMP atau SD. Setiap senin kita roadshow ke sekolah,” katanya, Senin (13/02/2023).
Untuk wisata, terangnya, dirinya akan menggulirkan program wisata per desa, sehingga kedepannya tiap desa di kecamatan yang dipimpinnya tersebut dapat memiliki ikon wisata masing-masing yang tentunya dapat menjadi sektor unggulan.
Mengenai pertanian, dirinya mengaku akan berupaya meningkatkan pertanian di Desa Selangkau yang menurutnya memiliki tinggi untuk dikembangkan. Tentunya menurut mantan kepala sekolah ini, program tersebut juga akan disinergikan dengan dinas terkait.
Sedangkan untuk program ketenagakerjaan, dia tidak menampik menjadi salah satu faktor masalah yang timbul. Dirinya mengakui bahwa telah membangun komunikasi dengan perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Kaliorang untuk membangun balai latihan kerja bagi pemuda pemudi Kaliorang sehingga penyerapan tenaga kerja lokal dapat dimaksimalkan.
“Untuk program wisata, Kaliorang, Selangkau sudah. Bukit harapan malah kita canangkan mulai sejak saya masih Pj Kades di desa itu, ada 4 hektar lahan desa untuk wisata desa. Kami juga akan mencetak 1000 hektar sawah di Selangkau. Terkait tenaga kerja, saya sudah bincang dengan Indexim, KPP dan perusahaan lainnya. Skill yang kurang dan belum punya kemampuan adalah kendalanya. Kami minta perusahan membuat BLK agar anak-anak lukusan SMK dapat dididik dan dibimbing sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” paparnya.
Lebih lanjut, mengenai UMKM di Kecamatan Kaliorang dirinya juga menyampaikan telah mempunyai program yang signifikan sebagai pemecah kebuntuan yang selama ini terjadi dengan berupaya memperlancar pemasaran dan distribusi hasil UMKM dengan melakukan berbagai promosi melalui media online yang saat ini berkembang pesat di Kutim.
Tak lupa dirinya juga menyampaikan kabar gembira terkait akan adanya pembangunan jalan sepanjang 8 kilometer yang dimulai dari simpang 4 Polsek Kaliorang hingga Desa Bangun Jaya melalui anggaran multiyears kabupaten.
“Anak SMK kita juara 3 dalam Festival Dandim. Kami akan dorong di tingkat kecamatan untuk ikut dalam setiap perlombaan kerjasama dengan PGRI. Di kecamatan dulu saat saya masih Kepsek itu sering, maka saat saya memimpin ini itu akan kembali saya gaungkan, karena background saya juga guru. Perbaikan jalan kabupaten akan dimulai insyaallah bulan 4, sepanjang 8 kilometer titik awalnya adalah simpang 4 Polsek Kaliorang hingga Desa Bangun Jaya. Untuk UMKM dalam waktu dekat, di Musrembang kami akan buat stand UMKM dan kita tampilkan jika ada kendalanya akan kami komunikasikan dengan perusahaan. Kendala yang terlihat di distribusi, pemasaran dan promosi. Jika terkait hal lainnya dari segi packaging dan pengolahan sudah didukung oleh perusahaan,” tutupnya.(Q)
![]()














