KUTAI TIMUR – Setelah sekian lama, kawasan Pelabuhan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur (Kutim) akhirnya dilirik investor. Yakni, PT Palma Serasih Internasional.
Seperti diketahui, perusahaan tersebut akan membangun Bulking Station atau lebih dikenal sebagai unit pendukung industri perkebunan yang saat ini menjadi komponen utama untuk antisipasi terjadinya top tank pada tangki timbun dan kondisi alam yang kurang bersahabat untuk kapal pengiriman, yang dapat menjadi pemicu terhentinya produksi.
Bulking Station itu akan dibangun di lahan seluas 3 hektare, dengan nilai investasi sebesar Rp 55 miliar. Prestasi ini rupanya mendapat sorotan dan apresiasi dari banyak pihak, salah satunya Anggota DPRD Kutim, Arang Jau.
“Saya sangat mengapresiasi Pemda, karena berhasil menarik investor untuk memulai usahanya di kawasan KEK Maloy,” terang ia.
Dia menyebut, dengan hadirnya perusahaan yang akan beroperasi ini, diharap dapat menjadi contoh dan menarik perusahaan lain untuk ikut berinvestasi di KEK Maloy.
“Sebenarnya sudah sejak lama kami membahas masalah ini, syukurnya sekarang sudah ada yang mulai masuk,“ kata dia.
Kata dia, keberadaan KEK Maloy nantinya bisa menjadi sarana pemacu pertumbuhan perekonomian di kabupaten ini dan akan menjadi kawasan industri untuk menciptakan hilirisasi produk dan meningkatkan nilai tambah produk.
“Ini kan tujuannya baik, salah satunya bisa menjadi sumber pendapatan daerah,“ harapnya.
Selain itu, adanya investasi baru di Kutim, secara tidak langsung juga membuka peluang bagi para tenaga kerja daerah untuk bisa bekerja di perusahaan yang akan beroperasi di kawasasan di KEK Maloy tersebut.
“Jika ada investor masuk, artinya peluang tenaga kerja juga terbuka. Syaratnya pelamar kerja harus mempunyai skill,” pinta Arang Jau. (Adv-DPRD/YM)
![]()














