SURABAYA – Banyaknya kebutuhan alat bantu bagi warga penyandang disabilitas fisik yang ada di wilayah kerja Sentra Budi Luhur Banjarbaru memerlukan rekanan yang bisa membantu menyediakan alat bantu secara cepat. Bahkan lebih dari itu, jika memungkinkan, ada alih teknologi sehingga bisa dihasilkan sendiri alat bantu bagi disabilitas di Banjarbaru.
Remayantie dari Sentra Budi Luhur Banjarbaru didampingi Yogi Styono, Selasa, 30 Agustus sore melaksanakan survei ke Nurani Medika Lestari, perajin UMKM alat bantu bagi Penyandang disabilitas di jalan Gebang Kidul Surabaya. “Kami mendapat tugas dari Kepala Sentra Budi Luhur Banjarbaru untuk pelaksanaan penjajakan kerjasama dengan perajin alat bantu penyandang disabilitas UMKM di Surabaya, karena cukup banyak yang memerlukan alat ini dan keterbatasan produksi dan sehingga cukup memakan waktu jika pesan. Seandainya bisa kami bikin sendiri tentu akan lebih cepat pemenuhan kebutuhan bagi yang memerlukan,” Ucap Yogi.
Eri, dari management UMKM Nurani Medika Lestari sebagai badan usaha pemproduksi alat bantu penyandang disabilitas mengatakan pihaknya sangat terbuka. “Cukup banyak permintaan, konsumen harus antri dan sabar menunggu.” Ucap Eri saat ditemui media ini di kantornya di Surabaya (30/8).
Nurani Medika Lestari yang memulai merintis Usaha ini sejak tahun 2014, dalam setiap bulannya hanya mampu memproduksi korset 700 pc, walker 30, sepatu afo 100 pasang, sepatu CTEV / denisbrown. “Pembelian di kami bisa dipesan lewat Shopee, atau bisa WA langsung ke nomor 085203833082. Untuk harga korset Rp.180.000, sepatu afo Rp500.000, walker Rp. 2.100.000. Jika di daerah lain ada minat kerjasama over teknologi kami terbuka, karena cukup kewalahan dalam memenuhi pasar,” ,jelas Eri.
Dijelaskannya untuk sepatu CTEV biasanya digunakan sejak bayi, Biasanya ada rujukan dari dokter anak ke Ortopedi, bila ada bayi sejak lahir menyandang kaki bengkok (Clubfoot), telapak kakinya menghadap ke dalam tidak lurus ke depan tampak bengkok seperti terkilir atau berbentuk tidak wajar, sehingga memerlukan terapi menggunakan sepatu CTEV, agar bisa lurus. Ke depan jalannya.
Sementara itu Yogi Styono mengungkapkan, jika ada warga tidak mampu memerlukan alat bantu bagi penyandang disabilitas prosedurnya bisa meminta ketua RT / RW ataupun pendamping untuk mengajukan ke Dinas Sosial di kabupaten/kota dimana dia tinggal.
“Dari dinas sosial kabupaten/kota baru pengajuan ke Sentra sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial yang membawahi wilayahnya. Misal seperti Sentra Budi Luhur Banjarbaru membawahi wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan sebagian Kalimantan Tengah. Setelah itu baru di Survey dari Sentra untuk memastikan apakah benar-benar layak dibantu, selain untuk melakukan assesment kebutuhan lain.” Jelas Yopi.(mun)
![]()














