KUTAI TIMUR – Reaksi keras atas ucapan anggota DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon, terkait sebutan TNI sebagai gerombolan melebihi ormas datang dari masyarakat Kutim.
Tak hanya sekedar permohonan maaf secara terbuka, warga juga meminta agar politisi dari partai dengan lambang kepala banteng bermoncong putih tersebut juga secara langsung meminta maaf kepada Panglima TNI dan juga KSAD atas ucapan yang dinilai tidak berdasar dan tidak sesuai kenyataan di lapangan.
Seperti dilontarkan oleh Ketua Panca Marga Kutim, Herlang Mappatity, dalam video berdurasi 1 menit 8 detik dirinya secara tegas menyebutkan bahwa ucapan yang dinilai tidak beretika dari seorang anggota DPR-RI tersebut telah melukai seluruh keluarga besar TNI.
“Jika tidak ada permohonan maaf, maka kami akan menggalang kekuatan di internal kami untuk mengajari etika dalam berbicara, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kutim Harpandi melalui Wakil Sekretaris Irvan Taka yqng secara tegas menolak pernyataan yang dilontarkan oleh anggota DPR RI kelahiran 1 Desember 1964 tersebut.
Menurutnya menyamakan antara TNI dan ormas bukanlah hal yang seharusnya mengingat tugas pokok dan juga kewajiban TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI. Oleh karena itu, menurutnya pernyataan dari anggota Komisi I DPR RI tersebut telah melukai perasaan prajurit TNI.
“TNI adalah alat pertahanan negara, sedangkan ormas adalah organisasi yang dibentuk oleh masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dalam pembangunan. Kami selalu bersama TNI, bersama rakyat TNI kuat,” tutupnya.
![]()














