SAMARINDA – Berharap akan mendapatkan penghasilan besar, Eling Supriyanto (60) justru telantar di Samarinda setelah berangkat merantau dari desa Sindurejo Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah awal September 2022 lalu.
“Saya dari awal dijanjikan bekerja ikut proyek membangun rumah genset di perusahaan tambang di Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara melalui mandor orang Purwodadi yang juga tetangga desa. Biasa kami panggil Ri. Tapi saya tidak tahu nama lengkapnya dan alamat rumahnya di Samarinda,” ucap Eling yang ditemui media ini di Rumah Singgah Terpadu Dinas Sosial Kota Samarinda, Senin siang, 24 Oktober 2022.
Diungkapkan Eling sejak perekrutan awal dari kampung halaman sekitar tiga hari, disepakati upah harian Rp130.000 ditambah lembur Rp130.000 jadi janjinya upah sehari plus lembur 260 ribu.
“Ternyata sampai ditempat tidak ada lembur. Dan saya juga sudah terima upah sebesar Rp1.400.000 dan sudah saya kirimkan ke keluarga di Jawa lewat BRI link,” ucapnya.
Saat ikut proyek, kata Eling — saya sempat sakit, dan bilang mandornya kalau mau pulang silahkan tapi pulang sendiri. Biaya tidak ditanggung yang mengajak karena tidak sesuai perjanjian awal.
“Karena tidak sesuai janji akhirnya saya berusaha untuk pulang ke kampung halaman, tanpa punya bekal. Jadi saya dari Tabang ikut truk yang pulang setelah antar besi, saya diturunkan di depan kantor polisi, dan sampai di rumah singgah sini akhirnya,” ungkap Eling yang memiliki tanggung 2 orang anak masing sekolah di SMA dan seorang istri yang saat ini sedang sakit dirawat di RS Sultan Agung Semarang.
Saat ini buruh bangunan itu masih berharap ada pihak yang mau membantu memulangkan ke kampung halamannya.
Kepala rumah singgah terpadu Dinsos Kota Samarinda, Agus Setiawan, menjelaskan pak Eling masuk ke rumah singgah ini sejak Jum’at, 21 Oktober habis sholat Jumat. “Awalnya bapak ini di di kantor polisi sektor kota, kemudian dari kantor polisi diantar ke Dinas Sosial dan dari Resos diantar ke rumah singgah,” jelas Agus yang mendampingi Eling.
Saat ini Eling Supriyanto masih diberi tempat istirahat dan dapat jatah makan 3x sehari bersama warga rumah singgah yang lainnya.(Mun)
![]()














