BANYUWANGI – Banyuwangi menggelar simulasi skenario pengamanan perairan Selat Bali, di Dermaga Tanjungwangi, Ketapang, Banyuwangi, belum lama ini menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Bali November 2022 mendatang.
“Banyuwangi bersinergi dan saling melengkapi pengamanan G20 sesuai kapasitas kami di daerah. Sebagai daerah penyangga G20 kami lakukan simulasi pengamanan di wilayah perairan Banyuwangi. Semua unsur pengamanan dilibatkan,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
“Terima kasih pada TNI AL, TNI AD, Polri, Basarnas, dan unsur pengamanan lainnya, yang saling bersinergi untuk melakukan pengamanan G20,” tambah Ipuk.
Ipuk mengatakan agenda KTT G20 diharap dapat menjadi momentum sinergi dan kolaborasi seluruh sektor.
“Keberhasilan dari G20 harus menjadi perhatian karena akan berdampak luas bagi Indonesia. Pemkab Banyuwangi siap untuk berpartisipasi dalam memastikan pengamanan laut utamanya di Selat Bali,” kata Ipuk.
Ditambahkan Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Ansori, jika simulasi ini digelar setiap tahun, dan semakin intensif menuju KTT G20. “Ini adalah bagian dari tanggap darurat, antisipasi jika keadaan laut tidak aman. Kita sudah mempersiapkan beberapa skenario dan antisipasi sesuai prosedur untuk menjaga keamanan Selat Bali,” ungkap Ansori.
“Sudah dibuatkan script timetable, isinya siapa berbuat apa, bertugas dimana, dan kapan saja salam mengamankan KTT G20 di Bali,” tambah Ansori.
Dalam simulasi pengamanan KTT G20 tersebut diperagakan patroli dan tanggap darurat antisipasi bahaya di Selat Bali. Terlihat unsur-unsur pengamanan laut melakukan patroli.
![]()














